Review Film Prince of Persia: The Sands of Time (2010) - Belati Pembalik Waktu

Prince of Persia: The Sands of Time (2010)

Assalamu’alaikum.

Selamat pagi orang-orang lemah, yang kalau nonton film selalu nanyak “bre, ini nanti si anu mati gak?” atau “gila bre, itu si anu kok bisa jadi kek begitu” dan “kok filmnya garing amat sih bre” padahal filmnya baru juga jalan 10 menitan.

Kalau klean punya temen yang kalau nonton suka begitu, mending suruh aja dia nonton film kartun kek Dora The Explorer. Karena kan di film dora semuanya bakalan dijelasin secara detail. Cocok tuh buat orang yang setiap nonton film selalu nanyak kok bisa begini kok bisa begitu, padahal filmnya juga baru mulai njir.

Btw, kali ini ane bakal review santai salah satu film yang termasuk film legend nih bre. Buat klean yang dulu juga suka main game petualangan di PS, pasti udah gak asing lagi sama karakter di film yang berjudul Prince of Persia ini.

Jadi tanpa buang-buang waktu lagi, karena waktu adalah uang, uang untuk membeli beras yang akan dimasak menjadi nasi, dan nasi yang akan kita makan untuk tetap hidup. Yang artinya jika kita membuang-buang waktu, kita sedang membuang-buang nasi.

Jadi langsung aja kita masuk ke pembahasan filmnya ya bre.

Gaskeun!

1. TENTANG FILM

Judul : Prince of Persia: The Sands of Time (2010)
Dirilis Pada : 26 Mei 2010
Negara : United States
Bahasa : English
Genre : Action, Adventure, Fantasy
Sutradara : Mike Newell
Penulis : Boaz Yakin, Doug Miro, Carlo Bernard
Rating IMDb : 6,6/10

2. PEMERAN

Jake Gyllenhaal sebagai Dastan
Gemma Arterton sebagai Tamina
Ben Kingsley sebagai Nizam
Alfred Molina sebagai Sheik Amar
Steve Toussaint sebagai Seso
Toby Kebbell sebagai Garsiv
Richard Coyle sebagai Tus
Ronald Pickup sebagai King Sharaman
 

3. STATUS FILM

Adegan Kekerasan          : Sedang (Perkelahian, Pembunuhan)
Adegan Dewasa              : Rendah (Ciuman)
Rating Usia                     : Remaja+

4. SINOPSIS PRINCE OF PERSIA: THE SANDS OF TIME (2010)

Alkisah suatu hari di tanah Persia yang penuh manusia, ada seorang anak kecil bernama Dastan. Dastan yang saat itu lapar pergi ke pasar dan mengambil buah dari penjual dan mencurinya karena tidak punya uang.

Ia terus berlari dan lompat dan terus melompati atap rumah. Tentara yang saat itu mengejar Dastan sampai tidak dapat menangkap anak yang lincah itu. Ternyata saat itu sang Raja persia sedang melihat sifat pemberani dan kelincahan Dastan. Dan pada akhirnya Dastan tertangkap oleh pengawal raja.

Namun bukannya dihukum, tetapi sang raja malah mengampuni Dastan yang sudah mencuri apel, dan mengangkat Dastan menjadi anak angkat raja dan pindah untuk tinggal di istana.

Dari situlah takdir Dastan berubah dan ia tumbuh besar di istana dan terus berlatih hingga menjadi semakin jago berkelahi. Karena kejagoannya itu, ia sampai-sampai dijuluki sang jagoan perang.

Suatu saat kerajaan persia tersebut berperang melawan kerajaan dari seorang ratu cantik yang bernama Tamina. Dastan dan keluarga kerajaan lain yang saat itu ikut berperang akhirnya bisa mengalahkan pasukan ratu Tamina dan mensabotase kerajaan indah milik sang ratu tersebut.

Kerajaan persia yang saat itu mengira bahwa di kerajaan ratu Tamina menyimpan senjata perang ternyata salah. Yang sebenarnya tersimpan di istana ratu Tamina tersebut adalah sebuah belati istimewa yang memiliki kekuatan ajaib.

Namun ketika mereka berhasil menguasai kerajaan ratu Tamina. Tiba-tiba saja sang raja persia keracunan, dan Dastan lah yang dituduh membunuh sang raja, yang saa itu adalah ayah angkatnya sendiri.

Mau tak mau Dastan melarikan diri dan ratu Tamina yang tadinya menjadi tawanan raja ikut melarikan diri bersama Dastan.

Dalam perjalanan mereka kabur, ratu Tamina akhirnya menceritakan kepada Dastan bahwa mereka telah dijebak untuk menyerang istana miliknya. Sebenarnya tidak ada senjata apapun di istana tersebut. Hanya ada sebuah belati istimewa yang saat itu dibawa oleh sang ratu.

Ternyata belati yang dimaksud yang Tamina adalah sebuah belati yang gagangnya berisikan pasir waktu. Jadi ketika tombol pada gagang belati itu ditekan, pasir waktu akan keluar dan yang memegang belati bisa mengembalikan waktu.

Pangeran Dastan saat itu akhirnya menyadari bahwa ada yang sengaja membuat kebohongan untuk menyerang kerajaan ratu Tamina. Dan orang yang berbohong itu jugalah yang memfitnah Dastan sebagai pembunuh ayahnya, sang raja.

Apakah akhirnya Dastan bisa membuktikan bahwa ia dijebak sebagai pembunuh? Dan apakah takdir bisa menyelamatkan Dastan dan Tamina yang saat itu melarikan diri dengan sebuah belati yang diincar-incar oleh orang yang ingin membunuh mereka?






TRAILER

5. REVIEW PRIBADI

Yo, sebenarnya dulu ane udah pernah nonton film Prince of Persia ini. Tapi itu udah lama banget, waktu masih nonton film di tv. Dan memang saat itu ini film terasa epik banget pada masanya.

Apalagi ini film yang diadaptasi dari game PS yang sangat populer. Karena itu ane coba nonton ulang lagi ini film dan mencoba untuk mendapatkan kembali feel yang dulu sempat ane rasakan sewaktu kecil.

Setelah ane tonton ulang, perasaan epik itu ternyata masih ada.

Dengan latar belakang film yang bernuansa Persia, yang totalitas dan keren banget. Seakan-akan kita kembali melihat ke zaman kekuasaan persia dulu. Karena yang saat itu masih tahun 2010, ini film bener-bener udah bisa membuat latar belakang yang terasa nyata banget.

Dan jalan ceritanya juga gak berat dan gak bertele-tele. Karena ini film petualangan yang  alurnya mengalir terus seperti air. Tak ada kebingungan ataupun teka-teki. Hanya ada cerita petualangan yang terus berjalan.

Di samping alurnya yang berjalan lancar, film ini tetap dibalut dengan konflik yang santai.

Jadi, Prince of Persia ini pure film petualangan yang dibalut dengan konflik yang santai, sehingga nyaman untuk kita ikuti alur ceritanya.

Dan juga ada beberapa adegan aksi yang keren juga.

Rating Pribadi : 8,3/10


6. REKOMENDASI GAK?

Yes bre, ane rekomendasiin dah film ini buat ente-ente pada.

Dan mungkin klean juga udah pernah nonton film ini di tv ya bre?

Karena seingat ane dulu box office global tv sering nayangin ini film kalau udah malam.

Makannya ane bilang tadi kalau ini film cukup membuat nostalagia.

*****

Ya jadi segini dululah pembahasan santai film legend yang satu ini bre.

Sebenarnya masih ada buaaanyaak banget film-film legend yang mau ane review. Dan itu semua hanya terkendala masalah waktu. Jadi doakan saja saya bisa terus ngereview dan update lebih cepat ya bre. Dan untuk support kalian semua yang sudah mau membaca artikel-artikel blog review film ini sampai akhir, terima kasih banyak ya cuy.

Buat yang udah nonton, seperti biasa, silahkan tinggalkan kritik klean di kolom komentar ya bre.

Sampai jumpa di film berikutnya!

Wassalamu’alaikum.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »
Comments


EmoticonEmoticon